Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Etika Profesi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etika Profesi. Tampilkan semua postingan

Etika Ber SMS Dengan Dosen

Mt pagi menjelang siank sahabat blogger

apakah kalian pernah mengirim sms pada dosen dan tidak dibalas? sudah saatnya, anda saya beritahu, mengapa sms itu tidak dibalas. tapi sebelumnya, coba perhatikan beberapa petikan sms ini :
 >>>>>>sebelumnya jangan lupa baca ini ya,,,, makalah etika propesi
tipe tanpa identitas :
“Bu, ibu ada di mana sekarang? Hari ini ke kampus gak bu?”
“Ibu ada di mana???? Ditunggu di kelas xxx sekarang”
“Ibu posisi dimana? saya sudah di kampus dari tadi”
“bu tenia,, untuk materi kuliah xxx ada dimana ?”
apa dampaknya jika anda tidak memberitahu identitas anda? tengoklah percakapan dibawah ini:
mhs :”ibu, saya mau ketemu”
dosen :”maaf, ini siapa ya?”
mhs :”saya budi”
dosen :”budi yang mana ya?”
mhs :”saya budi mahasiswa ibu”
dosen :”oooh…., budi winarno?”
mhs :”bukan…, budi setiawan, mahasiswa IF A”
dosen :”baik mas budi, kapan mau ketemu?”
mhs : “nanti siang bu”
dosen : “baik mas, silakan datang, nanti siang saya sedang kosong”
bayangkan, berapa banyak waktu dan pulsa terbuang hanya untuk melayani sms seperti ini. jika anda hanya menuliskan maksud anda “ibu, saya mau ketemu”, dosen anda tentu bingung ini sms dari siapa? tukang kredit? petugas asuransi? sales buku? kolega bisnis? atau mahasiswa?
tipe memerintah :
“Bu saya … dari kelas … Boleh minta slide kuliah gak bu? Kirimin via gmail aja ya bu, kita butuh buat belajar, makasih…”
“Bu. Nilai mata kuliah XXX saya belum keluar di simak. Dosennya sudah di hubungi bu ten belum ? dihubungi saya tidak respon buu..”
“kalo misal nilainya keluar terus yang nginput bu tenia bisa tidak bu”
“bu…., tolong dikoreksi ya bu, saya pengen cepat lulus”
dosen pada umumnya orang yang usianya lebih tua dari anda, jadi, jangan memerintahkannya untuk melakukan sesuatu seperti anda ngobrol dengan teman anda. anda bisa memintanya dengan gaya yang lebih sopan. misalkan : saya membutuhkan slide kuliah ibu untuk bahan belajar, dimana saya bisa mendapatkannya bu?
tipe alay :
“SoRe bu..ApA be5ok 4da kul!ah Ga’ ea?”
“Oowh gitchu ya buk…., mu u cih bingits ya buk….”
bagi mahasiswa, tulisan 4L4y mungkin lucu dan menarik, tapi bagi dosen, tentu butuh waktu khusus untuk mencerna tulisan anda.
tipe sok penting
“Bu, bimbingannya ndak jadi hari ini karena saya ada acara keluar. Besok saja jam 9. Trims”
“Bu, ini saya masih ngeprint, tunggu yaa…”
“Wah pagi saya nggak bisa e bu, Sore aja ya bu?”
bagi mahasiswa, jika waktu yang dijanjikan oleh dosen bertabrakan dengan acara lain, anda bisa membalasnya dengan pilihan bahasa lain, seperti : “maaf bu, untuk jam 2 saya masih ada di luar kota, bagaimana jika jam 4 sore?”
jika ada diantara kalian yang menggunakan bahasa sms tersebut diatas, dan kemungkinan besar tidak dibalas, maka akan saya kuak, mengapa bisa demikian. dosen yang tidak membalas sms anda, kemungkinan ada beberapa sebab :

1. waktu yang kurang tepat

dosen pasti punya banyak waktu sibuk, diantaranya saat sedang mengajar, meeting ataupun sedang membimbing. jadi, pastikan anda tidak meng-sms di saat-saat jam sibuk. atau, bisa jadi anda terlalu pagi atau terlalu malam mengirim sms.
2. cara atau etika kita kurang baik.
tipe-tipe sms diatas tentunya merupakan contoh sms yang kurang baik. jika anda mengirim sms dengan 4 tipe diatas, dan tidak dibalas, maka, bisa dipastikan dosen anda sedang “empet” sama anda. :D
3. HP mati, low batt atau pulsa habis
meskipun anda sudah berbahasa sopan, dikirim pada saat yang tepat, tapi HP dosen lowbatt atau habis pulsa, maka sms anda tidak akan dibalas. tapi saya yakin, jika dosen anda baik, dan sms anda sudah baik, setelah terisi pulsa/energy, dia akan segera membalas sms anda.

mengapa?
mengapa kita harus sopan?
sopan santun dan etika, seringkali tidak pernah tertulis di buku pegangan mata kuliah, adalah salah satu perguruan tinggi yang mengedepankan karakter yang baik, bagi dosen maupun mahasiswanya. Kelak, anda akan punya atasan, punya mertua, kolega bisnis, dan sopan santun menjadi syarat mutlak berinteraksi. anda akan lebih banyak teman dan disukai orang tua. (ingat lagu peramah dan sopan ciptaan Pak Dal….:D )
bagaimana sms yang baik?
1. dimulai dengan sapaan : assalamu’alaikum wr wb atau assalamu’alaikum (jangan disingkat : ass, mekum, askum, karena hakikatnya salam adalah doa, jadi jangan disingkat. dulu, saya pun pernah menggunakan singkatan “ass” untuk menunjukkan salam, tapi kemudian saya ditegur teman saya, bahwa “ass” kemungkinan akan diartikan “pantat” oleh orang yang menerima pesan), atau selamat pagi, siang, sore…..
2. sebutkan identitas anda : dosen anda bukanlah phone book berjalan. dia tidak akan menyimpan semua nomor telepon mahasiswa di ponselnya. keterbatasan memory kemungkinan bisa jadi penyebabnya. jadi, sebaiknya anda sebutkan identitas anda. misalkan : saya irma suryani, kelas IF B…..
3. tuliskan keperluan anda dengan singkat dan jelas : jangan terlalu bertele-tele, singkat tapi tetap memperhatikan kesopanan. misalkan : hari ini saya ingin bimbingan skripsi, apakah ibu ada waktu?
4. ucapkan maaf untuk menunjukkan kerendahan hati anda
5. akhiri dengan ucapan terima kasih
Misalkan begini :
Selamat pagi bu, saya ika rahmawati, kelas IF B, maaf bu, saya mau menanyakan apakah besok ibu ada waktu untuk bimbingan skripsi? terima kasih.
SMS diatas panjangnya 143 karakter, sehingga menurut saya tidak terlalu kepanjangan, juga tidak terlalu pendek, tapi dosen mengetahui maksud anda.

“SMS adalah pesan singkat, kira-kira panjangnya 160 karakter. SMS bukan telegram, juga bukan email, jadi, tuliskan semuanya dalam pesan singkat, tapi tetap menjaga kesopanan”
demikian sekilas info tentang etika ber sms dengan dosen. mudah2an sukses terus kuliahnya…., tetap semangat!

Makalah Etika Profesi

Makalah etika profesi
MAKALAH
TENTANG
“ETIKA PROFESI”
DISUSUN
OLEH KELOMPOK V:
1.      HARI IRAWAN
2.      ARI ASHARI
3.      HAMDANI
4.      NURLAELA
5.      MITA JULIA PRASASTI
6.      IKAWATI
JURUSAN : SISTEM INFORMASI
SEMESTER IV (EMPAT)

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK)
SYAIKH ZAINUDDIN NW ANJANI
LOMBOK TIMUR
2014



KATA PENGANTAR
puji syukur kami panjatkan kehadirat allah swt, yang mana atas ridho dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah materi kuliah Etika Profesi yang berjudul “Etika Profesi” dengan tepat waktu. Makalah ini berisi uraian tentan bagaimana beretika didalam profesi.
Kami mengucapkan terimakasih kepada teman-teman dan dosen yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Diharapkan tulisan ini menambah pengetahuan dan pemahaman kepada dikalangan mahasiswa dan pembaca tentang Etika Profesi.
Kami menyadari bahwa penulisan dalam makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu dengan tangan terbuka kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi kita semua.
Demikian makalah ini kami susun, bila ada kata-kata yang salah dalam penyusunan makalah ini, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.

                                                                                                            Anjani, 22 April 2015
                                                                                                                            

                                                                                                                       Penulis.



DAFTAR ISI

Halaman Judul ....................................................................................................................
Kata Pengantar ...................................................................................................................
Daftar isi .............................................................................................................................
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................................
A.    Latar Belakang .......................................................................................................
B.     Rumusan Masalah ...................................................................................................
C.     Tujuan Penulisan .....................................................................................................
BAB II. PEMBAHASAN .................................................................................................
A.    Pengertian Etika profesi..........................................................................................
B.     Kode Etik Profesi ...................................................................................................
C.     Aspek-aspek Tinjauan Pelanggaran Kode Etik Profesi ..........................................
BAB IV. PENUTUP ..........................................................................................................
A.    Kesimpulan .............................................................................................................
B.     Saran .......................................................................................................................




BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakakang.Kerja merupakan kekhasan bagi manusia. Melalui kerja manusia mengekspresikan dirinya, sehingga melalui kerja orang bisa lebih dikenal siapa dia sebenarnya. Oleh karena itu, kerja bagi kita bukan hanya sekedar untuk mendapat upah atau gaji, jabatan atau kekuasaan, dan berbagai maksud-maksud lainnya. Dalam dan melalui kerja manusia mengungkapkan dirinya lebih otentik sebagai manusia yang disiplin, bertanggung jawab, jujur, tekun, pantang menyerah, punya visi, dan sebagainya; atau sebaliknya, tidak disiplin, tidak bisa dipercaya, tidak dapat diandalkan, tidak bertanggung jawab, dan sebagainya. Dunia kerja merupakan sarana bagi perwujudan dan sekaligus pelatihan diri untuk menjadi semakin baik.
Untuk lebih mendalami mengenai dunia kerja, perlu lebih mendalami topik-topik yang berkaitan dengan peningkatan kualitas diri pribadi sebagai seorang pekerja maupun sebagai sebagai seorang profesional. Terutama lebih ditekankan untuk menghayati prinsip-prinsip ethos kerja, menggunakan atau mengelola waku dengan baik dan efisien, melaksanakan kewajiban-kewajiban pokok sebagai karyawan maupun majikan, menghayati budaya organisasi atau perusahaan, meningkatkan mutu pelayanan di tempat kerja, dan meningkatkan profesionalitas kerja sebagai jawaban atas berbagai perubahan yang ada di masyarakat, yang telah membawa dampak pada tingginya tuntutan dalam dunia kerja atau profesi.
B.    RUMUSAN MASALAH
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagaimana yang telah dijabarkan dalam latar belakng diatas adalah : “ suatu analisa mengenai konsep dasar etika profesi serta penerapannya dalam dunia kerja”
C.   TUJUAN
Penyusunan makalah ini bertujuan agar pembaca dapat mendeskripsikan konsep dasar etika profesi atau ethos kerja serta mampu menerapkannya dalam dunia kerja yang digelutinya.



BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Etika Profesi.
   Etika profesi  adalah suatu ilmu mengenai hak dan kewajiaban yang dilandasi dengan pendidikan keahlian tertentu. Dasar ini merupakan hal yang diperlukan dalam beretika profesi. Sehingga tidak terjadi penyimpangan - penyimpangan yang menyebabkan ketidaksesuain. Profesionalisme sangat penting dalam suatu pekerjaan, bukan hanya loyalitas tetapi etika profesilah yang sangat penting. Etika sangat penting dalam menyelesaikan suatu masalah, sehingga bila suatu profesi tanpa etika akan terjadi penyimpangan - penyimpangan yang mengakibatkan terjadinya ketidakadilan. Ketidakadilan yang dirasakan oleh orang lain akan mengakibatkan kehilangan kepercayaan yang berdampak sangat buruk, karena kepercayaan merupakan suatu dasar atau landasan yang dipakai dalam suatu pekerjaan. Kode etik profesi berfungsi sebagai pelindung dan pengembangan profesi. Dengan adanya kode etik profesi, masih banyak kita temui pelanggaran-pelanggaran ataupun penyalahgunaan profesi. Apalagi jika kode etik profesi tidak ada, maka akan semakin banyak terjadi pelanggaran. Akan semakin banyak terjadi penyalah gunaan profesi.
B.       Pekerjaan Dan Profesi
   Antara pekerjaan dan profesi terdapat kaitan yang erat. Profesi merupakan pekerjaan yang ditekuni oleh seseorang. Namun tidak semua pekerjaan dapat digolongkan sebagai profesi, karena hal yang dikerjakan, yang digolongkan sebagai profesi, memiliki kekhususan antara lain:
                 a.    Pekerjaan sebagai profesi.
                      Kerja atau pekerjaan meliputi bidang yang sangat luas, dan tidak hanya terbatas pada bidang-bidang tertentu. Tidak semua pekerjaan dapat digolongkan sebagai profesi. Hanya pekerjaan tertentu, yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian yang dapat disebut sebagai profesi.
                 b.    Profesi umum dan profesi khusus.
                      Hal utama yang membedakan suatu profesi khusus dari profesi pada umumnya adalah tekanan utamanya pada pengabdian atau pelayanan kepada masyarakat. Orang yang menjalankan suatu profesi luhur atau profesi khusus juga membutuhkan nafkah hidup yang didapatkan dari kegiatan menjalankan profesi tersebut. Akan tetapi sasaran utamanya adalah untuk mengabdi dan melayani masyarakat. Pelayanan dan pengabdian itu diberikan bahkan dijalani sebagai suatu panggilan dari, yang memanggil dan menugaskan mereka untuk menyampaikan kasih kepada yang membutuhkan.
C.      Ciri - Ciri Profesi.
   Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu:
                 a.     Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
                 b.    Adanya kaidah dan standar moralyang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
                 c.    Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus
                d.    meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
                 e.    Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
                  f.     Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
D.      Prinsip-Prinsip Profesi
   Terdapat beberapa prinsip etis yang melandasi setiap sepak terjang seseorang dalam melaksanakan profesinya, yaitu:
                 a.    Prinsip tanggung jawab
                      Tanggung jawab dapat diartikan sebagai kemampuan dalam menanggapi dan menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan. Besarnya tanggung jawab seseorang atas suatu pekerjaan terletak pada sejauh mana penyelesaian pekerjaan itu menjadi tanggung jawabnya. Tanggung jawab memiliki dua arah :
a.      Terhadap pekerjaan itu dan hasil-hasilnya.
b.      Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya
                 b.    Prinsip otonomi
              Prinsip ini menuntut kaum profesional untuk memiliki dan diberi kebebasan dalam menjalankan profesinya. Disatu pihak seorang profesional memiliki kode etik profesinya, tetapi di lain pihak ia tetap memiliki kebebasan dalam mengembangkan profesinya, termasuk dalam mewujudkan kode etik profesinya itu dalam suasana nyata.
                 c.    Prinsip keadilan
              Prinsip ini menuntut seorang profesional untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
E.       Kode EtikProfesi.
                 a.    Pengertian kode etik
                      Secara sederhana kode etik dapat diartikan sebagai tingkah laku moral suatu kelompok dalam masyarakat, yang dirimuskan secara tertulis, dan diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh anggota suatu kelompok.
                 b.    Manfaat kode etik
                      Kode etik dapat berfungsi sebagai penyeimbang atas sisi negatif yang mungkin timbul dari suatu profesi, menjadi kompas penunjuk arah moral dan sekaligus penjamin mutu moral profesi itu di mata masyarakat.
                 c.    Hubungan kode etik dengan etika
                      Dalam kaitan dengan etika, kode etik dipandang sebagai produk etik terapan, yang dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu, yaitu profesi. Kode etik merupakan perwujudan kongkrit dari pemikiran atau prinsip etis yang relevan dalam suatu profesi.
                d.    Agar kode etik dapat berfungsi dengan baik
                      Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar kode etik dapat berfungsi dengan baik, yaitu :
Ø  Kode etik harus dibuat oleh kelompok profesi itu sendiri dan bukan didrop saja dari atas, dari instansi pemerintah atau instansi lainnya.
Ø  Kode etik harus menjadi hasil self regulation dari profesi. Rumusannya harus muncul sebagai rangkaian nilai luhur, berisi perwujudan nilai-nilai moral yang hakiki, yang ingin mereka hayati secara kongkrit dan konsisten dalam menjalankan profesi mereka.
Ø  Pelaksanaan kode etik harus tetap diawasi terus menerus. Perlu adanya semacam badan atau dewan penegak kode etik, yang berperan melaksanakan pemantauan dan sekaligus menerapkan sanksi-sanksi yang juga harus diatur didalamnya.
F.       Fungsi Kode Etik.
   Kode etik profesi itu merupakan sarana  untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi:
                 a.    Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
                 b.    Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja (kalangan sosial).
                 c.    Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.




BAB III
PENUTUP 
A.    KESIMPULAN.
Kerja merupakan kekhasan manusia, dimana melalui kerja manusia dapat mengekspresikan dirinya agar lebih dikenal orang lain. Dunia kerja atau profesi merupakan sarana bagi perwujudan dan sekaligus pelatihan diri untuk menjadi lebih baik.
Dalam pelaksanaannya profesi merupakan suatu pekerjaan tertentu yang dilakukan sebagai kegiatan pokok, dengan mengandalkan keterampilan khusus, dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup dan dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam. Karena itulah seorang profesional pada suatu bidang kerja tertentu adalah orang yang benar-benar terampil dengan bidang kerjanya, lebih terampil dibandingkan dengan masyarakat umum. Untuk menyeimbangkan serta sebagai penunjuk arah bagi para profesional itu diperlukan adanya suatu kode etik profesi yang dibuat dalam suatu kelompok profesi dan diharapkan akan dipegang teguh oleh setiap profesional yang tergabung didalamnya.
B.     Saran
Seorang yang berprofesi dalam dunia IT haruslah berhati-hati dan memperhatikan kode etik dari profesi jangan sampai kita melanggar UUD ITE.



DAFTAR PUSTAKA
Ø  https://shandrakatherine.wordpress.com/2012/09/19/makalah-etika-profesi/
Ø  http://makalahlaporanterbaru1.blogspot.sg/2012/09/makalah-etika-profesi-bidang-komputer.html
Ø  http://muaramasad.blogspot.sg/2013/03/pengertian-etika-profesi-dan.html
   terimakasih telah membaca contoh Makalah etika profesi..

Modul Etika Profesi

PENGERTIAN ETIKA  
Etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau  adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu  salah atau benar, buruk atau baik.
   
Etika secara umum didefinisikan sebagai suatu kepercayaan atau pemikiran yang mengisi  suatu individu yang keberadaannya biasanya dipertanggungjawabkan terhadap masyarakat atas  prilaku yang diperbuat. Biasanya etika akan berkaitan dengan masalah moral, dimana moral adalah tradisi kepercayaan mengenai prilaku benar dan salah yang diakui oleh manusia  secara universal. 

Perbedaannya bahwa etika akan menjadi berbeda dari masyarakat satu  dengan masyarakat yang lain. Secara umum, sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat dan memberikan  perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif), sedangkan sesuatu dikatakan buruk jika terkait dengan segala yang tercela atau perbuatan  yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku. Berikut beberapa definisi etika:

1.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Depdikbud (1988), etika mengandung tiga pengertian, yaitu : 
• Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak) 
• Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak 
• Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

2.Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

3.Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

4.Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya. 

Etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya. Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :

a.Etika Deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.

b.Etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :

1.Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.

2.Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya. Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :

a. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
b. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara). Sistem Penilaian Etika :
Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu, adalah pada perbuatan baik atau jahat, susila atau tidak susila.
•  Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging, itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. Budi tumbuhnya dalam jiwa, bila telah dilahirkan dalam bentuk perbuatan namanya pekerti. Jadi suatu budi pekerti, pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa; dari semasih berupa angan-angan, cita-cita, niat hati, sampai ia lahir keluar berupa perbuatan nyata.
Burhanuddin Salam, Drs. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat :
a. Tingkat pertama, semasih belum lahir menjadi perbuatan, jadi masih berupa rencana dalam hati, niat.
b. Tingkat kedua, setelah lahir menjadi perbuatan nyata, yaitu pekerti.
c. Tingkat ketiga, akibat atau hasil perbuatan tersebut, yaitu baik atau buruk.
Dari sistematika di atas, kita bisa melihat bahwa Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak, kemauan. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi :
a. Tujuan baik, tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik.
b. Tujuannya yang tidak baik, cara mencapainya ; kelihatannya baik.
c. Tujuannya tidak baik, dan cara mencapainya juga tidak baik.
d. Tujuannya baik, dan cara mencapainya juga terlihat baik 
Pentingnya Etika di Dunia Maya
Adanya internet dalam kehidupan manusia telah membentuk komunitas masyarakat tersendiri. Surat menyurat yang dulu dilakukan secara tradisional (merpati pos atau kantor pos) sekarang bisa dilakukan hanya dengan duduk dan mengetik surat tersebut di depan computer. Beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam dunia maya adalah sebagai berikut:
a. Bahwa pengguna internet berasal dari berbagai negara yang mungkin memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
b. Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia anonymouse, yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
c. Berbagai macam fasilitas yang diberikan dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak etis seperti misalnya ada juga penghuni yang suka iseng dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
d. Harus diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya “penghuni” baru didunia maya tersebut.
Netiket : Contoh Etika Berinternet
Netiket atau Nettiquette, adalah etika dalam berkomunikasi menggunakan internet.
1. Netiket pada one to one communications Yang dimaksud dengan one to one communications adalah kondisi dimana komunikasi terjadi antarindividu “face to face” dalam sebuah dialog.
2. Netiket pada one to many communications yaitu Konsep komunikasi one to meny communications adalah bahwa satu orang bisa berkomunikasi kepada beberapa orang sekaligus. Hal itu seperti yang terjadi pada mailing list dan net news.
3. Information services Pada perkembangan internet, diberikan fasilitas dan berbagai layanan baru yang disebut layanan informasi (information service). Berbagai jenis layanan ini antara lain seperti Gropher, Wais, Word Wide Web (WWW), Multi-User Dimensions (MUDs), Multi-User Dimensions which are object Oriented (MOOs)
Faktor yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika
Kebutuhan individu, contohnya korupsi karena alasan ekonomi
Tidak ada pedoman, karena area “abu-abu”, sehingga tak ada panduan
Perilaku dan kebiasaan individu contohnya kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi
Lingkungan tidak etis contohnya pengaruh dari komunitas
Perilaku orang yang ditiru contohnya efek primordialisme yang kebablasan
Sangsi Pelanggaran Etika
1. Sanksi Sosial yaitu Skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”.
2. Sanksi Hukum yaitu Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana menempati prioritas utama, diikuti oleh hokum Perdata.
Etika & Teknologi
Teknologi adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk memudahkan pekerjaannya.
Kehadiran teknologi membuat manusia “kehilangan” beberapa sense of human yang alami. ( otomatisasi mesin refleks / kewaspadaan melambat )
Cara orang berkomunikasi, by email or by surat, membawa perubahan signifikan, dalam sapaan / tutur kata.
Orang berzakat dengan SMS, implikasi pada silaturahmi yang “tertunda”
Emosi ( “touch” ) yang semakin tumpul karena jarak dan waktu semakin bias dalam teknologi informasi.
FAHAM MENGENAI YANG BAIK DAN BURUK  
Ada beberapa faham dalam melakukan penilaian yang baik dan yang buruk, antara lain:  menurut Ajaran Agama, Adat Kebiasaan, Kebahagiaan, Bisikan Hati (Intuisi), Evolusi,  Utilitarisme, Paham Eudaemonisme, Aliran Pragmatisme, Aliran Positivisme, Aliran  Naturalisme, Aliran Vitalisme, Aliran Idealisme, Aliran Eksistensialisme, Aliran Marxisme,  Aliran Komunisme dan lainnya.  Berikut penjelasan beberapa diantaranya:
a. Faham Kebahagiaan (Hedonisme): “Tingkah laku atau perbuatan yang melahirkan kebahagiaan dan kenikmatan/kelezatan”. Ada tiga sudut pandang dari faham ini yaitu (1) hedonisme individualistik/egostik hedonism yang menilai bahwa jika suatu keputusan  baik bagi pribadinya maka disebut baik, sedangkan jika keputusan tersebut tidak baik  maka itulah yang buruk; (2) hedonisme rasional/rationalistic hedonism yang berpendapat  bahwa kebahagian atau kelezatan individu itu haruslah berdasarkan pertimbangan akal  sehat; dan (3) universalistic hedonism yang menyatakan bahwa yang menjadi tolok ukur  apakah suatu perbuatan itu baik atau buruk adalah mengacu kepada akibat perbuatan  itu melahirkan kesenangan atau kebahagiaan kepada seluruh makhluk.  
b. Bisikan Hati (Intuisi): Bisikan hati adalah “kekuatan batin yang dapat mengidentifikasi  apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa terlebih dahulu melihat akibat yang  ditimbulkan perbuatan itu”. Faham ini merupakan bantahan terhadap faham  hedonisme.  Tujuan utama dari aliran ini adalah keutamaan, keunggulan, keistimewaan yang dapat  juga diartikan sebagai “kebaikan budi pekerti”  
c. Evolusi: berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini selalu (secara berangsur-angsur) mengalami perubahan yaitu berkembang menuju kea rah  kesempurnaan. Dengan mengadopsi teori Darwin (ingat konsep selection of nature,  struggle for life, dan survival for the fittest) Alexander mengungkapkan bahwa nilai moral  harus selalu berkompetisi dengan nilai yang lainnya, bahkan dengan segala yang ada di  ala mini, dan nilai moral yang bertahanlah (tetap) yang dikatakan dengan baik, dan nilai-nilai yang tidak bertahan (kalah dengan perjuangan antar nilai) dipandang sebagai  buruk.  
d. Paham Eudaemonisme: Prinsip pokok faham ini adalah kebahagiaan bagi diri sendiri  dan kebahagiaan bagi orang lain. Menurut Aristoteles, untuk mencapai eudaemonia ini  diperlukan 4 hal yaitu (1) kesehatan, kebebasan, kemerdekaan, kekayaan dan  kekuasaan, (2) kemauaan, (3) perbuatan baik, dan (4) pengetahuan batiniah.  
e. Aliran Pragmatisme: Aliran ini menititkberatkan pada hal-hal yang berguna dari diri sendiri baik yang bersifat moral maupun material. Yang menjadi titik beratnya adalah  pengalaman, oleh karena itu penganut faham ini tidak mengenal istilah kebenaran sebab  kebenaran bersifat abstrak dan tidak akan diperoleh dalam dunia empiris.   
f. Aliran Naturalisme: Yang menjadi ukuran baik atau buruk adalah :”apakah sesuai dengan keadaan alam”, apabila alami maka itu dikatakan baik, sedangkan apabila tidak  alami dipandang buruk. Jean Jack Rousseau mengemukakan bahwa kemajuan,  pengetahuan dan kebudayaan adalah menjadi perusak alam semesta.  
g. Aliran Vitalisme: Aliran ini merupakan bantahan terhadap aliran natiralisme sebab menurut faham vitalisme yang menjadi ukuran baik dan buruk itu  bukan alam tetapi  “vitae” atau hidup (yang sangat diperlukan untuk hidup). Aliran ini terdiri dari dua  kelompok yaitu (1) vitalisme pessimistis (negative vitalistis) dan (2) vitalisme optimistime.  Kelompok pertama terkenal dengan ungkapan “homo homini lupus” artinya “manusia  adalah serigala bagi manusia yang lain”. Sedangkan menurut aliran kedua “perang  adalah halal”, sebab orang yang berperang itulah (yang menang) yang akan memegang  kekuasaan. Tokoh terkenal aliran vitalisme adalah F. Niettsche yang banyak  memberikan pengaruh terhadap Adolf Hitler.  
h. Aliran Gessingnungsethik: Diprakarsai oleh Albert Schweitzer, seorang ahli Teolog, Musik, Medik, Filsuf, dan Etika. Yang terpenting menurut aliran ini adalah  “penghormatan akan kehidupan”, yaitu sedapat mungkin setiap makhluk harus saling  menolong dan berlaku baik. Ukuran kebaikannya adalah “pemelihataan akan  kehidupan”, dan yang buruk adalah setiap usaha yang berakibat kebinasaan dan  menghalangi-halangi hidup.  
i.  Aliran Idealisme: Sangat mementingkan eksistensi akal pikiran manusia sebab pikiran manusialah yang menjadi sumber ide. Ungkapan terkenal dari aliran ini adalah “segala  yang ada hanyalah yang tiada” sebab yang ada itu hanyalah gambaran/perwujudan dari  alam pikiran (bersifat tiruan). Sebaik apapun tiruan tidak akan seindah aslinya (yaitu ide). Jadi yang baik itu hanya apa yang ada di dalam ide itu sendiri.  
j.  Aliran Eksistensialisme: Etika Eksistensialisme berpandangan bahwa eksistensi di atas dunia selalu terkait pada keputusan-keputusan individu, Artinya, andaikan individu tidak  mengambil suatu keputusan maka pastilah tidak ada yang terjadi. Individu sangat  menentukan terhadao sesuatu yang baik, terutama sekali bagi kepentingan dirinya.  Ungkapan dari aliran ini adalah “ Truth is subjectivity” atau kebenaran terletak pada  pribadinya maka disebutlah baik, dan sebaliknya apabila keputusan itu tidak baik bagi  pribadinya maka itulah yang buruk.  
k.  Aliran Marxisme: Berdasarkan “Dialectical Materialsme” yaitu segala sesuatu yang ada dikuasai oleh keadaan material dan keadaan material pun juga harus mengikuti jalan  dialektikal itu. Aliran ini memegang motto “segala sesuatu jalan dapatlah dibenarkan  asalkan saja jalan dapat ditempuh untuk mencapai sesuatu tujuan”. Jadi apapun dapat  dipandang baik asalkan dapat menyampaikan/menghantar kepada tujuan. 
PENGERTIAN PROFESI  
Secara umum dapat dikatakan bahwa profesi adalah jabatan atau pekerjaan seseorang  walau profesi/ pekerjaan tersebut tidak bersifat komersial. Lebih lanjut profesi dapat  merupakan kelompok lapangan kerja/ pekerjaan yang khusus melaksanakan kegiatan yang  memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari  manusia. Keterampilan dan keahlian tinggi hanya dapat dicapai dengan memiliki  penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia,  kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang  dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.  Selain itu profesi mensyaratkan pelatihan ekstensif yang memiliki komponen intelektual yang  signifikan. Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran, hukum, pendidikan,  dan kependetaan.   Berikut ungkapan kahlil gibran tentang profesi :
“Bekerjalah dengan cinta…
Jika engkaun tidak dapat bekerja dengan cinta,
Lebih baik engkau meninggalkannya..
Dan mengambil tempat di depan pintu gerbang
Candi-candi, meminta sedekah kepada mereka
Yang bekerja dengan penuh suka dan cita”
( Kahlil Gibran )
CIRI PROFESI  
Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu  profesi, yaitu:  
a. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas  
b.  Suatu teknik intelektual  
c.  Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis  
d.  Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi  
e.  Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan  
f.  Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri (otonomi dalam pekerjaan)  
g. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya (ada organisasi)  
h. Pengakuan sebagai profesi  
i. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari     pekerjaan profesi  
j.  Hubungan yang erat dengan profesi lain  
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
Syarat-Syarat Suatu Profesi :
- Melibatkan kegiatan intelektual.
- Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
- Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
- Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
- Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
- Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
- Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
- Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.
Sedangkan Seorang pelaku profesi harus memiliki sifat – sifat berikut :
a. Menguasai ilmu secara mendalam di bidangnya
b. Mampu mengkonversi ilmu menjadi keterampilan 
c. Menjunjung tinggi etika dan integritas profesi

PROFESIONALISME  
Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan- kegiatan kerja  tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa  keterpanggilan --serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut dengan semangat  pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung  kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999).  
Profesional adalah orang yang menjalankan profesinya secara benar menurut nilai-nilai normal. Untuk menjadi orang yang professional, diperlukan : komitmen, tanggung jawab, kejujuran, sistematik berfikir, penguasaan materi, menjadi bagian masyarakat professional.
Profesionalisme secara umum dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh  setiap eksekutif yang baik. Ciri-ciri profesionalisme:  
a. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang  bersangkutan dengan bidang tadi.  
b.  Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil  keputusan terbaik atas dasar kepekaan  
c. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya  
d.  Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang  terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya  
Karakteristik profesionalisme antara lain:  
a.  Beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan  upah materiil.  
b.  Harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat.  
c. Diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral, harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama di  dalam sebuah organisasi profesi.  
Pengertian profesi dan profesional menurut DE GEORGE :
PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang. Yang harus kita ingat dan fahami betul bahwa “PEKERJAAN / PROFESI” dan “PROFESIONAL” terdapat beberapa perbedaan :
PROFESI :
- Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
- Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
- Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
- Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
PROFESIONAL :
- Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
- Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
- Hidup dari situ.
- Bangga akan pekerjaannya.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Mari Belajar - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger